Festival Chongyang di Tiongkok: Mengapa '99' Berarti 'Selamanya'

Setiap tahun di awal musim gugur, keluarga-keluarga di seluruh Tiongkok merayakan festival yang jarang diketahui orang luar: Festival Chongyang, atau Festival Double Ninth. Festival ini jatuh pada hari kesembilan bulan kesembilan kalender lunar — tahun ini pada 18 Oktober — dan namanya berasal dari penggandaan angka sembilan. Dalam tradisi Tiongkok, sembilan adalah angka yang bersifat yang, terkait dengan kehangatan dan positivitas, dan karena kata untuk sembilan terdengar seperti ‘tahan lama’, tanggal tersebut membawa harapan untuk hidup panjang dan sehat. Itulah sebabnya festival ini menjadi hari untuk menghormati orang tua, dengan generasi muda mengunjungi orang tua dan kakek-nenek, membawa hadiah, dan berbagi makanan.
Adat yang paling terlihat adalah mendaki bukit atau gunung. Di kota-kota, orang-orang menuju ke tempat tinggi terdekat saat fajar; di pedesaan, keluarga-keluarga mendaki ke puncak-puncak yang indah. Idenya adalah ‘mendaki tinggi’ (denggao), tindakan simbolis untuk mengatasi kemalangan dan mengundang keberuntungan. Ini juga kesempatan untuk menikmati udara musim gugur yang segar dan dedaunan yang berubah warna. Banyak taman dan tempat wisata mengorganisir pendakian bersama, dan pemandangan tiga generasi berjalan bersama, dengan kakek-nenek yang melangkah lambat namun mantap, adalah hal yang umum.
Bunga krisan adalah bunga festival ini. Bunga ini mekar di akhir musim gugur, ketika sebagian besar bunga lain telah layu, dan dianggap sebagai simbol ketahanan dan umur panjang. Orang-orang memajang krisan dalam pot di rumah, mengunjungi pameran bunga, dan di beberapa daerah meminum anggur atau teh krisan, yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Di masa lalu, juga merupakan kebiasaan untuk mengenakan setangkai dogwood (zhuyu), tanaman dengan aroma kuat yang dianggap mengusir roh jahat. Kini, tradisi dogwood sebagian besar telah memudar, tetapi krisan tetap menjadi pusatnya.
Makanan juga berperan. Di banyak daerah, orang-orang makan kue chongyang (gao), kue kukus yang namanya terdengar seperti ‘tinggi’, menggemakan adat mendaki. Kue ini sering dilapisi dengan kurma merah, kenari, dan osmanthus, dan diberikan sebagai hadiah kepada orang tua. Di beberapa daerah selatan, keluarga membuat kue beras dengan chestnut, sementara di utara, kue milet sederhana lebih umum. Makanan ini bukan tentang kemewahan, melainkan tentang tindakan bersama dalam membuat dan memberi.
Sejak tahun 1989, pemerintah Tiongkok secara resmi menetapkan Festival Double Ninth sebagai Hari Warga Lanjut Usia, mendorong penghormatan terhadap orang tua. Namun akar festival ini sudah ada lebih dari seribu tahun yang lalu. Festival ini pertama kali tercatat pada dinasti Han (sekitar 2000 tahun lalu) dan menjadi populer selama dinasti Tang, ketika para penyair menulis syair tentang mendaki gunung dan merindukan teman yang jauh. Salah satu baris paling terkenal dalam sastra Tiongkok, oleh penyair Tang Wang Wei, menggambarkan perasaan rindu rumah pada hari ini: ‘Aku tahu saudara-saudaraku sedang mendaki tinggi, dan salah satu dari mereka merindukanku.’ Baris ini masih diajarkan di sekolah-sekolah.
Bagi orang Tiongkok modern, Festival Double Ninth adalah hari libur yang lebih tenang dibandingkan Festival Musim Semi atau Pertengahan Musim Gugur. Tidak ada hari libur nasional, sehingga sebagian besar orang merayakannya pada akhir pekan terdekat. Namun pesannya — penghormatan terhadap usia, rasa syukur kepada keluarga, dan kenikmatan musim gugur — tetap bergema. Di masyarakat yang menua dengan cepat, penekanan festival pada orang tua terasa lebih relevan dari sebelumnya. Banyak perusahaan dan sekolah mengorganisir kunjungan ke panti jompo, dan media sosial dipenuhi dengan pesan-pesan berkat untuk kakek-nenek.
Salam yang dipertukarkan pada hari ini sering kali mencakup frasa ‘chongyang ankang’ — semoga Anda aman dan sehat di Festival Double Ninth. Ini adalah harapan sederhana, tetapi menangkap semangat festival: momen untuk berhenti sejenak, merawat mereka yang datang sebelum kita, dan menghargai keindahan musim ini.