Balita Berjalan Lebih Banyak dari Orang Dewasa: 18.000 Langkah Sehari, Temuan Studi

Orang tua yang menghabiskan setengah hari mengejar anak berusia tiga tahun mungkin merasa sudah melakukan olahraga untuk seminggu. Sebuah studi internasional baru menunjukkan bahwa si kecillah yang sebenarnya mendapatkan latihan fisik sesungguhnya. Peneliti menemukan bahwa anak usia tiga dan empat tahun mengambil median 18.542 langkah sehari — kira-kira dua kali lipat target 10.000 langkah yang sulit dicapai banyak orang dewasa.
Penelitian yang dipimpin tim di University of Seville, Spanyol, ini menggabungkan data dari 44 negara dan 3.570 anak dalam kelompok usia tersebut. Studi ini diterbitkan pada 30 September 2026. Alih-alih hanya mengandalkan ingatan orang tua atau pedometer ponsel, studi ini menggunakan pengukuran berbasis akselerometer yang merekam gerakan aktual, memberikan gambaran lebih andal tentang seberapa banyak anak kecil benar-benar bergerak.
Angka utama menyembunyikan perbedaan besar. Anak-anak di pedesaan berjalan lebih banyak daripada mereka di perkotaan, dan anak-anak di negara berpenghasilan rendah berjalan lebih banyak daripada teman sebaya mereka di negara kaya. Anak laki-laki umumnya mencatat lebih banyak langkah daripada anak perempuan. Peneliti menyarankan alasannya bersifat praktis: anak-anak di pedesaan sering berjalan ke sekolah, ke toko, atau di sekitar ladang, sementara keluarga perkotaan lebih bergantung pada mobil, bus, dan kereta dorong.
Bagi orang tua, temuan ini adalah pengingat bahwa anak kecil adalah penggerak alami. Balita yang minta digendong setelah dua langkah mungkin menghabiskan sisa hari memanjat sofa, berlari di koridor, dan mengelilingi taman bermain. Sebagian besar aktivitas itu tidak terlihat oleh orang dewasa karena datang dalam semburan singkat, bukan satu jalan kaki panjang.
Studi ini juga menambah kumpulan karya yang berkembang tentang aktivitas fisik anak usia dini. Pedoman kesehatan masyarakat biasanya berfokus pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, dengan saran yang kurang jelas untuk anak di bawah lima tahun. Data dari berbagai negara membantu peneliti memahami seperti apa gerakan normal pada usia ini — dan berapa banyak yang mungkin hilang saat anak tumbuh lebih besar dan lebih banyak duduk di ruang kelas dan di depan layar.
Ada catatan. Jumlah langkah hanyalah salah satu ukuran aktivitas dan tidak menangkap memanjat, melompat, atau bermain gulat. Studi ini menggambarkan pola, bukan membuktikan sebab-akibat, dan negara-negara yang terlibat sangat beragam dalam iklim, budaya, dan rutinitas harian. Namun, skalanya — 3.570 anak di 44 negara — menjadikannya salah satu potret gerakan balita yang paling luas hingga saat ini.
Bagi keluarga, intinya bukan tentang mencapai angka tertentu, melainkan tentang menjadikan berjalan sebagai hal normal. Jalan kaki singkat ke taman kanak-kanak, perjalanan ke taman, atau berbelanja dengan berjalan kaki semuanya bertambah, terutama jika menggantikan perjalanan mobil singkat. Dan bagi siapa pun yang merasa kalah oleh anak prasekolah, sains menawarkan sedikit penghiburan: anak itu punya awal yang lebih baik, tubuh lebih ringan, dan jauh lebih banyak energi untuk berlari berputar-putar.